Kamis, 28 Mei 2015

Tombol Shortcut dalam microsoft word

-          Ctrl + A = (All)
digunakan untuk memilih seluruh objek baik gambar atau teks pada lembar kerja Ms Word untuk di Blok semuanya.
-          Ctrl + B = (Bold) Membuat kalimat yang diblok atau terseleksi menjadi tercetak tebal.
-          Ctrl + C = (Copy) Untuk mengcopy sebuah kata atau kalimat yang juga berfungsi menggandakan teks atau gambar yang diseleksi.
-          Ctrl + D = (Font) Menampilkan Form ukuran Font untuk mengganti dan mengatur bentuk dan jenis font/ huruf.
-          Ctrl + E = (Center) Membuat kalimat yang diblok menjadi rata ketenga pada suatu paragraf.
-          Ctrl + F = (Find) Menampilkan Form untuk kolom pencarian yang berfungsi untuk mencari sebuah kata atau frase.
-          Ctrl + G = (Go To) Menampilkan Form Find and Replace go to untuk menuju halaman yang diinginkan
-          Ctrl + H = (Replace) Menampilkan Form Replace yaitu untuk mengganti kata tertentu
-          Ctrl + I = (italic) Membuat hurup menjadi tercetak miring
-          Ctrl + J = (Justify) untuk membuat rata kiri dan kanan pada paragraf
-          Ctrl + K = (Hiperlink) Menampilkan Form Insert Hyperlink yang berfungsi untuk me-link-kan/ menghubungkan teks
-          Ctrl + L = (Left) Membuat naskah menjadi rata kiri
-          Ctrl + M = (Indent) Membuat left indent menjadi menjorok kedalam sedikit. berfungsi untuk menggeserkan First Indent, Hanging Indent dan Left Indent secara bersamaan ke sebelah kanan dalam sebuah paragraf
-          Ctrl + N = (New) Membuat halaman baru / membuka lembar kerja baru pada Ms Word
-          Ctrl + O = (Open) Berfungsi untuk membuka dokumen Ms Word pada lembar kerja
-          Ctrl + P = (Print) Menampilkan menu print untuk Mencetak dokumen pada printer
-          Ctrl + Q = Mengembalikan kesemula
-          Ctrl + R = (Right) Menampilkan kalimat yang diblok menjadi rata kanan
-          Ctrl + S = (Save) Untuk menyimpan naskah atau text pada lembar kerja MS Word
-          Ctrl + T = Membuat hanging indent
-          Ctrl + U = (Underline) Membuat garis bawah pada kalimat yang diblok.
-          Ctrl + V = (Paste) Menampilkan kata atau kalimat yang dicopy
-          Ctrl + W = Menutup layar Microsoft word
-          Ctrl + X = (Cut) Berfungsi untuk memindahkan teks atau gambar yang dilanjutkan dengan perintah paste
-          Ctrl + Y = (Redo/Repeat) Untuk kembali pada perintah yang telah dibatalkan
-          Ctrl + Z = (Undo) Mengembalikan kesemula
-          Ctrl + 0 = membuat langkah kebawah
-          Ctrl + 1 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 1 pada pragraf (single)
-          Ctrl + 2 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 2 pada pragraf (double)
-          Ctrl + 5 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 1,5 pada pragraf
-          Ctrl + + = Membuat kalimat pada naskah yang diblok menjadi kecil
-          Ctrl + { = Memperbesar text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 1 px
-          Ctrl + } = Memperkecil text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 1 px
-          Ctrl + F1 = Menampilkan form Getting started
-          Ctrl + F2 = Menampilkan bentuk naskah dalam kertas sebelum dicetak ke printer
-          Ctrl + F4 = Menutup sebuah document dan kembali kedokument sebelumnya jika anda bekerja dengan beberapa document
-          Ctrl + F5 = Mebuat layar Microsoft Word menjadi ukuran sedang
-          Ctrl + F6= Membuat layar menjadi minimize
-          Ctrl + F9 = Membuat muka kurung dan tutup kurung
-          Ctrl + F10 = Membuat restore down dan maximize
-          Ctrl + F12 = Menampilkan menu Open
-          Ctrl + Alt + 1 = Membuat kalimat menjadi tercetak lebih besar ukuran hurupnya.
-          Ctrl + Alt + 2 = Membuat kalimat menjadi tercetak miring dan lebih besar ukuran hurupnya.
-          Ctrl + Alt + 3 = Mengembalikan ke seperti semula.
-          Ctrl + Shift + + = Menampilkan hurup yang diblok menjadi keatas
-          Ctrl + Shift + 8 = Membuat tanda enter
-          Ctrl + shift + = Memperkecil text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 2 px
-          Shift + F3 = Untuk mengubah Sentence case, lowercase, UPPERCASE Dan Capitalize pada teks yang diseleksi secara bergantian
-          Alt + R = Menampilkan dalam bentuk cetakan atau print preview           

-          Alt + F4 = Untuk Keluar dari Aplikasi Ms Word

Minggu, 17 Mei 2015

Promo Internet FiberOptik dan Wireless PT. Remala Abadi


Berikut ini Paket terbaru untuk FO dan WIRELESS Tachyon Bulan Mei 2015, dan untuk informasi lebih lanjut silahkan info dengan call / sms ke : Tris ( 087770302499, 085214114142, 021 97175698 ) 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Paket Baru FO Mei 2015
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. IX = 2560 Kbps;  IIX = 30 Mbps   ;  SD-IX = 15 Mbps ==== Harga Rp. 2.000.000
2. IX = 3200 Kbps;  IIX = 37.5 Mbps;  SD-IX = 20 Mbps ==== Harga Rp. 2.500.000
3. IX = 3840 Kbps;  IIX = 45 Mbps   ;  SD-IX = 25 Mbps ==== Harga Rp. 3.000.000
4. IX = 4480 Kbps;  IIX = 52.5 Mbps;  SD-IX = 30 Mbps ==== Harga Rp. 3.500.000
5. IX = 5120 Kbps;  IIX = 60 Mbps  ;  SD-IX = 35 Mbps ==== Harga Rp. 4.000.000
6. IX = 7040 Kbps;  IIX = 75 Mbps  ;  SD-IX = 50 Mbps ==== Harga Rp. 5.000.000
NOTE : Harga Diatas Belum termasuk PPN 10 %

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Paket Baru Wireless Mei 2015
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. IX = 5120 Kb ; IIX = 7.5 Mbps ; SDIX = 4 Mbps ==== Harga Rp. 1.500.000
2. IX = 6144 Kb ; IIX = 9 Mbps ; SDIX = 5 Mbps ==== Harga Rp. 2.000.000
3. IX = 7168 Kb ; IIX = 10.5 Mbps ; SDIX = 6 Mbps ==== Harga Rp. 2.500.000
4. IX = 8192 Kb ; IIX = 12 Mbps ; SDIX = 7 Mbps ==== Harga Rp. 3.000.000
5. IX = 9216 Kb ; IIX = 13.5 Mbps ; SDIX = 8 Mbps ==== Harga Rp. 3.500.000
6. IX = 11264 Kb ; IIX = 16.5 Mbps ; SDIX = 11 Mbps ==== Harga Rp. 4.500.000
NOTE : Harga Diatas Belum termasuk PPN 10 %


Terima kasih
Informasi lebih lanjut call me di 087770302499 (tris)

Senin, 09 Juni 2014

WORKSHOP IT

Tema : "Mengaplikasikan subnetting dan routing dengan menggunakan router mikrotik" waktu pelaksanaan : jam 08.00 - selesai. tempat : ruang stock excange lt. 3 politeknik lp3i jakarta kampus cileungsi. penyelenggara : LCC (LP3I Computer Club) Cileungsi. informasi pendaftaran silahkan hubungi : ka tris - 087770302499 "MARI MEMBANGUN NEGERI BERSAMA LP3I CILEUNGSI"

Selasa, 25 Desember 2012

Mikrotik sebagai MRTG / Graphing

Mikrotik sebagai MRTG / Graphing Graphing adalah tool pada mokrotik yang difungsikan untuk memantau perubahan parameter-parameter pada setiap waktu. Perubahan perubahan itu berupa grafik uptodate dan dapat diakses menggunakan browser. Graphing dapat menampilkan informasi berupa: * Resource usage (CPU, Memory and Disk usage) * Traffic yang melewati interfaces * Traffic yang melewati simple queues Cara Mengaktifkan fungsi graping Klik menu Tool >Graphing>Resource Rules Adalah mengaktifkan graphing untuk resource usage Mikrotik. Sedangkana allow address adalah IP mana saja yang boleh mengakses grafik tersebu,. 0.0.0.0/0 untuk semua ip address. Klik menu Tool>Graphing>Interface Rules Adalah mengaktifkan graphing untuk monitoring traffic yang melewati interface, silahkan pilih interface yg mana yang ingin dipantau, atau pilih “all” untuk semua. Graphing terdiri atas dua bagian, pertama mengumpulkan informasi/ data yang kedua menampilkanya dalam format web. Untuk mengakses graphics, ketik URL dengan format http://[Router_IP_address]/graphs/ dan pilih dari menu-menu yang ada, grafik mana yang ingin ditampilkan. Contoh hasil grafik untuk traffic interface public:

Senin, 02 Januari 2012

Setting Speedy pada Modem ADSL TP-Link TD-8817

Anda menggunakan Modem TP-Link untuk koneksi speedy Anda? Pengen tahu cara setting nya? Ya, siapa tahu bagi rekan-rekan yang seneng ngoprek tapi kelupaan bikin backup settingnya.. ga usah panik. Tinggal Anda reset modem Anda dan ikuti artikel berikut ini, insyaallah berhasil. Kali ini saya akan paparkan cara setting koneks speedy menggunakan modem TP-Link TD 8817 yang sering digunakan Telkom.

Sebelum berlanjut, saya ingin ingatkan pengetahuan dasar tentang modem terutama yang diterapkan pada mainan kita kali ini, TPLINK TD-8817. Pada dasarnya modem menjalankan tugasnya dalam (minimal) 3 mode konektivitas:

Koneksi berbasis IP Address: maksudnya, pengguna terkoneksi dengan jaringan internet dengan diberi IP khusus oleh pihak ISP. Ada dua turunan dari mode ini:
- Dynamic IP Address (DHCP): di sini IP diatur oleh pihak ISP dan diperoleh secara otomatis oleh modem. Modem otomatis akan meminta dan pihak ISP akan merespon dengan memberi IP Address.
- Static IP Address: Pihak ISP mengalokasikan IP Address khusus untuk tiap pengguna. IP ini yang dimasukkan secara tetap(statis) di dalam modem dan melakukan koneksi dari IP tersebut.

PPPoE/PPPoA: Singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet/Point-to-Point Protocol over ATM. Pada mode ini, modem melakukan proses Dial-Up dari suatu titik ke titik pusat (server ISP) melalui jaringan. Mode ini yang secara default digunakan standar operasi pemasangan modem ADSL Telkom Speedy. Nah, dalam tulisan ini saya akan fokus pada mode ini.
Bridge: Modem berfungsi sebagai bridge, menjembatani koneksi yang dilakukan oleh PC ke server ISP. Mode ini diperlukan jika Anda memiliki router atau server yang Anda set untuk melakukan Dial-Up koneksi. Mode inilah yang dipakai jika Anda kita melakukan Setting Dial Up Speedy dengan Router Mikrotik yang pernah saya tulis sebelumnya.

WIZARD, CARA CEPAT SETTING KONEKSI
Sebenarnya ada berbagai cara melakukan setting koneksi pada modem ADSL TP-Link yang kita bicarakan sekarang. Bagi Anda yang sudah mahir dan nyaman, Anda bisa langsung masukkan kode dan IP jaringan Anda. Cukup rumit memang, tapi tentu itu semua terbayar dengan kestabilan yang dapat Anda kontrol sendiri. Namun jangan khawatir, bagi Anda yang tidak mau ribet atau belum memiliki keterampilan tersebut, saya akan sampaikan cara mudah melakukan berbagai setting tersebut. Yakni dengan Wizard.

Untuk memulai, pastikan Anda memiliki akses jaringan langsung ke modem TP-Link Anda. Kemudian ikuti langkah berikut:

Buka browser Anda, masukkan alamat IP modem Anda dalam Address bar browser. Default nya adalah 192.168.1.1, kemudian tekan Enter atau tombol Go.
Ketika muncul jendela Authentification Required, masukkan username dan password;

Default dari vendor adalah:
User Name : admin
Password : adminatau

User Name : admin
Password : 1234
Pada halaman utama pilih Quick Start > Run Wizard.

Pada tampilan berikut, klik Next.

Pilih Zona waktu menjadi (GMT+07:00) Bangkok, Jakarta, Hanoi. Kemudian klik Next.
Pilih tipe koneksi PPPoE/PPPoA. Kemudian klik Next.

Keterangan: Jika Anda menggunakan Router atau Server seperti mikrotik untuk melakukan Diall-Up, di sini Anda perlu memilih Bridge Mode, kemudian klik Next hingga Finish.
Pada konfigurasi berikut, masukkan:
# Username : nomerspeedyanda@telkom.net
# Password : password
# VPI: 0
# VCI : 35
# Connection Type : PPPoE LLc.
# selanjutnya klik Next

Keterangan:
- Speedy menggunakan mode DHCP, sehingga jika Anda menggunakan setting PPPoE, Anda tidak perlu memasukkan IP statik. Modem akan meminta langsung IP yang kosong ke server Speedy.
- Untuk kolom VPI dan VCI, silakan lihat referensi Daftar VPI dan VCI untuk Modem Speedy dari Berbagai Daerah berikut, karena setting untuk tiap daerah berbeda.
Jika Anda sudah yakin, Klik Next. Jika belum, Anda bisa klik Back dan melakukan beberapa penyesuaian.
Klik Close, dan Restart Modem Anda.

NB:
Selanjutnya, jika Anda bermaksud mensetting IP Addres Anda lewat:

Local Connection Area Status > Properties > General > Internet Protocol TCP/IP > Properties > Obtain an IP Address automatically.

Jangan lupa masukkan IP DNS di dua kolom di bawah IP Address dengan IP DNS dari speedy.

Mudah bukan? Jika tidak keberatan, silakan masukkan pengalaman dan komentar Anda.
semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya di: http://guntingbatukertas.com/hardware/jaringan/setting-speedy-pada-modem-adsl-tp-link-td-8817/#ixzz1iIJYYHJX
Under Creative Commons License: Attribution No Derivatives

Kamis, 17 November 2011

script untuk anti ddos dan netcut di mikrotik

MikroTik merupakan salah satu router yang cukup handal untuk menangani kebutuhan di jaringan Anda. Dengan beberapa fitur diantaranya management bandwidth, ip firewall, web proxy, loadbalancing server membuat MikroTik banyak digunakan sebagai router di Warnet, Kantor, RTRW Net, sekolah, dan di perumahan.

Di bawah ini saya akan sedikit berbagi script untuk mengamankan MikroTik dari port scanner, DDOS dan netcut. Anda tinggal copy pastekan script di bawah ini pada Terminal Winbox Anda, dan MikroTik Anda akan bertambah tebal dinding keamanannya. No system was secure, so pelajari terus security di MikroTik Anda!!

Scriptnya:

/ip firewall filter

add action=add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15s \ chain=input comment="" disabled=no dst-port=1337 protocol=tcp

add action=add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15m \ chain=input comment="" disabled=no dst-port=7331 protocol=tcp src-address-list=knock

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input comment="Port scanners to list " disabled=no protocol=tcp psd=21,3s,3,1

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input comment="SYN/FIN scan" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,syn

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input comment="SYN/RST scan" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=syn,rst

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input disabled=no tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack protocol=tcp \ comment="FIN/PSH/URG scan"

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg \
comment="ALL/ALL scan"

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg comment="NMAP NULL scan" \ disabled=no protocol=tcp

add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" address-list-timeout=2w \ chain=input comment="NMAP FIN Stealth scan" disabled=no protocol=tcp

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=61.213.183.1-61.213.183.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=67.195.134.1-67.195.134.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=68.142.233.1-68.142.233.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=68.180.217.1-68.180.217.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=203.84.204.1-203.84.204.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=69.63.176.1-69.63.176.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=69.63.181.1-69.63.181.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=63.245.209.1-63.245.209.254

add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 \ protocol=tcp src-address=63.245.213.1-63.245.213.254




Thx

Sabtu, 22 Oktober 2011

Konfigurasi Dasar Bonding Interface pada MikroTik

memanfaatkan hardware/resource yang ada saat ini sebisa

mungkin, gw jadi sering posting tutorial konfigurasi

MikroTik nih :-D ( system requirement-nya tidak terlalu

berat soalnya), salah satu konfigurasi yang baru-baru ini gw

coba itu Bonding Interface di MikroTik. Kalau yang pernah

ikut sertifikasi CCNA seharusnya pernah denger istilah link

aggregation yang fungsinya menggunakan menghubungkan 2

Switch dengan menggunakan 2 port disetiap switchnya untuk

saling terhubung sehingga bandwidth antar switch menjadi

lebih besar.

Nah, pada MikroTik (berlaku RB dan PC Router ) juga ada

fitur seperti itu namanya Bonding Interface, menggabungkan 2

port menjadi 1 port bonding dengan bandwidth yang lebih

besar dengan syarat pada MikroTik satu sisinya juga harus di

konfigurasi Bonding Interface.

contoh Skema jaringan dari konfigurasi tutorial ini :

ether1 ================ ether1
MikroTik1 Bonding MikroTik2
ether2 ================ ether2

Menghubungkan port tersebut bisa menggunakan kabel UTP Cross

dari ether1 MikroTik1 ke ether MikroTik 2 dan ether1

MikroTik2 ke ether2 MikroTik2 atau bisa juga dengan

menghubungkan keempat interface ether tersebut ke sebuah

switch. sehingga bekerja sebagai backbone penghubung

jaringan dengan bandwidth yang besar.

Konfigurasi Dasar Bonding Interface

untuk melakukan bonding interface, ether1 dan ether2

samasekali tidak dan jangan di konfigurasikan ip address,

kemudian buatlah interface bonding pada MikroTik1 dan

MikroTik2.

view plainprint?

admin@MikroTik1 > interface bonding add

slaves=ether1,ether2 disabled=no
admin@MikroTik2 > interface bonding add

slaves=ether1,ether2 disabled=no


jika sudah dibuat interface bonding, berikan ip address ke

interface bonding tersebut.

view plainprint?

admin@MikroTik1 > ip address add address=192.168.1.1/24

interface=bonding1 disabled=no
admin@MikroTik2 > ip address add address=192.168.1.2/24

interface=bonding1 disabled=no


kemudian, konfigurasikan ARP Monitoring di interface bonding

kedua MikroTik, fungsi dari ARP Monitoring adalah memonitor

status link setiap slave interface jika link ether2

MikroTik1 dan ether2 MikroTik2 terputus, koneksi akan tetap

berjalan dengan menggunakan 1 link saja, jika link yang

terputus sudah terhubung kembali maka otomatis MikroTik akan

menggunakan kedua link tersebut ( seperti fungsi Fail-Over )

view plainprint?

admin@MikroTik1 > interface bonding set bonding1 arp-

ip-targets=192.168.1.2
admin@MikroTik2 > interface bonding set bonding1 arp-

ip-targets=192.168.1.1


nah selajutnya kita bisa menambahkan 1 NIC lagi pada

MikroTik1 dan MikroTik2 yang bekerja sebagai ether3 dimana

ether3 ini dihubungkan dengan switch dan PC client, lalu

kita dapat menghubungkan jaringan client ( jika kedua

jaringan menggunakan IP Network yang sama ) pada kedua

MikroTik dengan menggunakan EoIP tanpa PPTP seperti pada

tutorial Konfigurasi EoIP atau kita bisa melakukan static

route ( jika kedua jaringan menggunakan IP Network yang

berbeda ).


semoga tutorial ini membantu dan bermanfaat..

Salam
Tris